Categories
Catatan Emak

Cara Menyapih Dot dengan Cinta

Cara menyapih dot? Ketika pertanyaan itu terlintas di pikiran emak, emak suka mendadak pusing. Mirip orang yang lagi ngerjain soal Fisika terus lupa rumus!

Cara menyapih dot yang emak tulis ini berdasarkan pengalaman ketika menyapih dua balita kesayangan emak.

Oiya, balita yang lagi ngedot pada gambar di atas cuma pemanis aja. Bukan anak emak ya.

Dulu, emak ngedot sampai kelas 1 SD. Pengalaman ini yang membuat emak sedikit khawatir tidak berhasil membuat balita emak berpisah dari dotnya.

Emak sudah membahas tips menyapih dot ala emak di blog lain. Tapi gak ada salahnya ditulis lagi di sini ya.

Oya sebelumnya, tolong, plisss, jangan bilang ASI jauh lebih baik dari susu formula, kenapa anak emak malah dikasih susu sapi? Pan anak emak bukan anak sapi.

Percayalah, emak tak perlu repot-repot kuliah kalau untuk tahu dan mengerti mengenai keajaiban ASI ini. Di kehidupan sehari-hari bisa kelihatan bedanya kok anak ASI sama anak sufor.

Keputusan kami memberikan sufor pada si kecil bukan masalah emak gak sempat memberi ASI, tapi sudah menjadi pertimbangan hidup dan mati bayi kami. Kami tak punya pilihan yes!

Alhamdulillah, kebingungan emak dalam mencari cara menyapih dot dijawab oleh status teman emak di facebook.

Ya, waktu itu emak sedang jalan-jalan di timeline Facebook. Qodarullah ketemu status seorang kawan lama. Ia menuliskan pengalaman menyapih dot anak-anaknya.

Akhirnya, emak melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh teman emak itu: menyapih dengan cinta.

Gambar dari pixabay.com

Sounding

Dua bulan sebelum usia si kecil dua tahun, emak dan pak suami mulai ngasih sugesti – bahasa kerennya mah sounding, kepada Fatimah, putri kecil kami. Kami memberikan sugesti kalau dia sudah besar, ga usah minum susu dodot lagi.

Ngasih pengetiannya jarang-jarang sih, emaknya males.

Sebagai penunjang sounding tadi, kami selalu memujinya kalau bisa melakukan sesuatu pekerjaan, “Teteh pinter, udah besar ya. Alhamdulillah”. Penekanan sugestinya sih pada Fatimah sudah besar, bukan pada lepas dodotnya.

Dan untungnya, pekerjaan menyapih dot menjadi lebih mudah karena dia punya adik bayi. Ya, usia Fatimah dan adiknya hanya terpaut 20 bulan. Sehingga kami bisa membandingkan ukuran badan mereka. Bahwa Fatimah besar dan adiknya masih kecil.

Kami selalu bilang, “Fatimah sudah besar, dodot nya buat dede bayi aja.”

Dan satu hal penting yang emak lakukan selama masa pemberian sugesti; emak banyak berdoa, memohon kemudahan dalam menjalani semua proses menyapih dot tersebut.

Selama tiga malam dalam masa penyapihan, Fatimah bangun setiap jam 2. Dia hanya minta air putih anget aja. Daaaaaaan duduk dalam pangkuan emak sampe bobo lagi. Baru malam ke-empat ia bisa tidur nyenyak.

Alhamdulillah, Fatimah sangat bisa diajak kerja sama. Ia sama sekali tidak rewel. Tanpa rengekan, tanpa drama, apalagi tantrum.

Gambar dari pixabay.com

Menyapih anak ke-dua

Namun, pengalaman menyapih dot anak ke-dua ternyata tidak semudah yang pertama.

Tujuh hari pertama penyapihan benar-benar menguji kesabaran. Putra kami tantrum setiap malam. Minta dibuatkan susu.

Tapi emak tetap teguh pendirian. Walau bujang cilik emak menangis meraung-raung tengah malam, emak tidak menyerah.

Di hari ke-delapan, dia sudah tidak lagi tantrum di malam hari. Tapi masih terus meminta dot di siang hari. Gak sampai tantrum sih.

Proses penyapihan anak ke-dua berlangsung sekitar sebulan. Berbeda jauh dengan kakaknya.

Tapi emak lega akhirnya anak ke-dua emak juga berhasil disapih pada usia dua tahun. Tentunya menyapih dengan cinta. Tanpa dibohongi misalkan dengan mengatakan ada ulat di dotnya.

Inilah sedikit cerita tentang pengalaman menyapih dot dari dua buah hati emak, mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil oleh para emak yang juga memiliki balita yang sedang ngedot. 

Bila bunda punya pengalaman lain, boleh di share di kolom komentar. Terimakasih.

Baca juga: catatan emak yang lain

http://madanipro.com/blog/2019/12/05/cara-agar-tidak-tertular-kutu-rambut/

By madanipro

Madani Properti Syariah (WA 0813-9504-9700), penyedia info perumahan syariah: kepemilikan rumah dengan cash atau KPR syariah.

https://wa.me/6281395049700

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *