Categories
Catatan Emak

Cara Mudah Mengenalkan Angka Pada Anak (untuk Bayi dan Balita)

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman sendiri yes. Jadi bisa saja beda atau malah beda banget sama teori yang diajarkan para ahli.

Sebagai emak-emak yang baru punya anak balita, sebenernya ketar-ketir sih ngadepin kurikulum SD zaman sekarang. 

Soalnya kemaren-kemaren nengok pelajaran SD punya anak tetangga, ya salaaaam… Susah banget buat ukuran anak-anak.

Bayangin aja, kelas satu SD udah dikasih soal cerita. Dan memang hanya bisa dikerjakan sama anak yang udah bisa baca sama berhitung dengan lancar.

Makna lancar itu bisa membaca dan memahami tulisan yang ia baca. Bener-bener ajaib nih kurikulum.

Secara zaman emaknya dulu, pas pertama kali menduduki bangku sekolah dasar alias SD, emak cuma silaturahmi sama keluarga Budi; ini Budi, ini Wati, ini ibu Budi, ibu Budi pergi ke pasar, dan sebagainya dan sebagainya.

Eh ini bukan curhat ya. Ini mah cuma ngeluarin unek-unek – Sama aja kali wkwkwk.

Berdasarkan kondisi seperti itulah akhirnya emak berpikir untuk “curi start”. Emak cari akal gimana caranya para bocah bisa mengenal angka dan huruf lebih dini tanpa harus membebani otak mereka. 

Yes, teori mengatakan bahwa ketika mengenalkan membaca dan menulis pada usia TK, itu harus dilakukan dengan menyenangkan. 

Sebab dunia anak seharusnya (seharusnya ya, seharusnya) hanya didedikasikan untuk bermain. Bermain sambil belajar. Bukan belajar sambil bermain

Bila mengajarkan anak membaca pada saat otaknya belum siap diajari, maka bisa gak baik akibatnya (bisa Googling tentang hal ini pada postingan bunda Elly Risman).

Tapi apa daya, kurikulum SD yang sudah tinggi memaksa anak-anak usia TK yang lucu itu duduk manis di dalam kelas. Untuk belajar menulis dan membaca.

Jadinya kebayang kan, mengenalkan angka dan huruf pada usia TK saja harus dengan berbagai cara yang menyenangkan? 

Apalagi untuk usia di bawah anak TK? Tentunya harus lebih menyenangkan emak kira.

Nah, yang emak lakukan saat ini bukan untuk membuat anak-anak emak pintar pada usia yang lebih dini. 

Tapi agar ketika masuk TK mereka gak harus “kerja keras” belajar angka dan huruf dari nol. 

Bagi emak, anak-anak gak harus jadi juara kelas. Gak usah jadi bintang pelajar. Mereka punya semangat belajar dan daya juang yang tinggi, itu sudah lebih dari cukup. 

Jadi emak membagi “beban otaknya” sebagian sebelum mereka masuk TK. Biar kagak cape tuh otak para bocah.

Baiklah langsung aja ya, di bawah ini adalah hal-hal yang emak lakukan untuk mengenalkan angka kepada balita:

1. Mengajak bayi berhitung dari 1 sampai 10

Emak selalu mengajak bayi berhitung ketika memijat mereka selepas dimandiin.

Ya, setiap gerakan emak hitung dengan suara keras. Jadinya bayi diajak berhitung berulang-ulang.

Hasilnya sebelum menginjak usia dua tahun mereka sudah mengenal angka 1 – 10 dan sudah bisa diajak berhitung.

Waktu anak ke-dua malah ngitungnya sampai 20. Waktu itu bocah ditingkatkan hitungan mijitnya untuk terapi sembelit yang parah. Insya Allah emak share ceritanya kalau udah emud wkwkwk.

2. Menghitung barang-barang di rumah

Kalau yang ini sudah jamak dilakukan sama para emak sedunia kali ya.

Jadi emak gak usah bahas panjang kali lebar lagi.Metode yang satu ini menyambungkan konsep angka dengan benda nyata.

3. Berhitung dengan gambar ulat

Kalau yang ini bisa dilihat pada gambar langsung yes. Itu gambar ulatnya emak bikin satu-satu pake tutup lip ice punya emak.

Nah, bagian si sulung yang menempel stiker pada badan ulat.

Selama proses menggambar ulat, sampai menempel stiker, dia terlihat sangat antusias.

4. Belajar dengan kartu angka

Emak buat kartu yang isinya gambar yang jumlahnya mulai dari 1 sampai 10.

Bendanya beda-beda biar bocah ingat bahwa angka 1 itu ada satu bola. Angka 2 ada 2 burung dan seterusnya.

5. Kartu angka berbentuk ulat

Selain itu, ada juga kartu angka yang berbentuk ulat untuk latihan membuat urutan angka dari 1 sampe 10.

6. Belajar angka dengan nyanyian dan sistem cantol

Setelah masuk TK, si kecil diajari gurunya menyanyikan lagu angka dengan sistem cantol. Lagunya macam ini:

  • Angka satu seperti lidi
  • Angka dua bebek berenang
  • Angka tiga burung terbang
  • Angka empat kursi terbalik
  • Angka lima perut badut
  • Angka enam ular melingkar
  • Angka tujuh tongkat si nenek
  • Angka delapan bola bertumpuk 
  • Angka sembilan kucing duduk
  • Angka sepuluh lidi dan bola

Lagu angka ini merupakan gubahan dari lagu “Baju Baru” nya Dea Ananda. Huft ketahuan umur emak berapa ini mah wkwkwk.

Oya jangan nanya kenapa nyantolin angka 5 dengan perut badut atau yang lainnya ya. Emak murni dapet dari guru bocah. Gak tahu alasan pemilihan kata cantolnya.

Sebelum masuk TK, si sulung sudah tahu konsep angka. Bahwa angka 5 itu untuk jumlah buku 5 buah. Dia mulai belajar konsep penjumlahan dengan sendirinya tanpa emak ajari.

Misal, dia bilang, kalau ada dua buah jeruk, ditambah satu jeruk, jadinya ada tiga jeruk.

Dia bahkan belajar konsep pembagian sederhana (juga tanpa diajari).

Misal, emak beli 5 buah jeruk, jeruknya masih dalam kantung belanja, gak kelihatan sama bocah.

Lalu dia bilang, jeruknya satu buat ayah, satu buat ibu, satu buat teteh, satu buat dede, satu lagi buat siapa? Sederhana memang. Tapi bagi emak itu uwow banget hahaha.

***

Nah ayah bunda demikianlah pengalaman emak buat mempersiapkan anak-anak dalam bergelud dengan materi pelajaran yang aduhai. Semoga bermanfaat.

Sejauh ini alhamdulilah lancar jaya ngenalin angka sama duo balita. (Adeknya yang mau nginjek usia 3 tahun juga malah seneng ikutan belajar) Malah si sulung ketagihan minta belajar terus pake kartu-kartu angka tersebut. 

Kalau ayah bunda, bagaimana cara mengenalkan angka pada anak balitanya??

Baca juga: catatan emak yang lain

By madanipro

Madani Properti Syariah (WA 0813-9504-9700), penyedia info perumahan syariah: kepemilikan rumah dengan cash atau KPR syariah.

https://wa.me/6281395049700

2 replies on “Cara Mudah Mengenalkan Angka Pada Anak (untuk Bayi dan Balita)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *