Categories
Artikel Properti

Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Ketika akan membeli rumah, banyak skema yang bisa ditempuh. Selama puluhan tahun, skema kepemilikan rumah didominasi dengan cara cash dan KPR konvensional.

Namun beberapa tahun ke belakang, mulailah populer apa yang disebut KPR syariah. Sebuah istilah baru yang hadir di kalangan pengusaha properti.

Kami membuat daftar perbedaan KPR syariah dan KPR konvensional agar masyarakat bisa faham tentang konsep properti syariah tersebut. Berikut list perbedaan yang dapat kami rangkum;

PIHAK YANG TRANSAKSI

  • KPR Syariah: 2 Pihak yaitu antara pembeli dan developer
  • KPR Konvensional: 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

Dalam KPR syariah, pembeli membeli rumah langsung ke developer. Rumah sudah menjadi milik pembeli dari mulai akad jual beli.

Maka harus kita cermati apakah KPR bank, baik syariah atau konvensional terjadi transaksi jual beli atau hanya pendanaan dari bank. Jika memang jual beli maka halal dan jika hanya pendanaan bank maka haram.

BARANG JAMINAN

  • KPR Syariah: Rumah yang di perjualbelikan/kredit tidak dijadikan jaminan
  • KPR Konvensional: Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

Ada ikhtilaf ulama mengenai apakah barang yang diperjualbelikan boleh dijadikan jaminan atau dilarang.

Dalam hal ini, KPR Syariah mengambil pendapat bahwa rumah yang sedang diperjualbelikan/kredit dilarang dijadikan jaminan.

SISTEM DENDA

  • KPR Syariah: Tidak ada denda
  • KPR Konvensional: Ada denda

Dalam KPR Syariah tidak boleh ada denda jika ada keterlambatan cicilan karena itu termasuk riba.

Dalam akad jual beli kredit maka sejatinya adalah hutang piutang. Jadi jika harga sudah di akadkan maka tidak boleh ada kelebihan sedikitpun baik dinamakan denda, administrasi atau bahkan infaq sekalipun. 

Karena menerapkan denda termasuk mengambil manfaat dari hutang piutang yaitu riba.

SISTEM SITA

  • KPR Syariah: Tidak ada sita
  • KPR Konvensional: Ada sita

Dalam KPR Syariah tidak boleh melakukan sita jika pembeli tidak sanggup mencicil lagi. Karena rumah tersebut sudah sepenuhnya milik pembeli walaupun masih kredit. 

Solusinya adalah pembeli ditawarkan untuk menjual rumahnya baik lewat pembeli langsung atau dengan bantuan developer.

Misalkan si Fulan terkena musibah dan tidak lagi sanggup membayar cicilan rumah yang sisa hutangnya masih 100 juta. 

Kemudian si Fulan menjual rumahnya seharga 300 juta. Maka si Fulan membayar sisa hutang yang 100 juta kepada developer. Sementara sisa uang 200 juta menjadi milik si Fulan.

SISTEM PENALTY

  • KPR Syariah: Tidak ada penalty
  • KPR Konvensional: Ada penalty

Jika pembeli mempercepat pelunasan misal dari tenor waktu 10 tahun kemudian di tahun 8 sudah lunas maka tidak ada penalty dalam KPR Syariah karena itu adalah riba.

Bahkan ada sistem diskon yang besarnya diinformasikan saat pelunasan terjadi.

SISTEM ASURANSI

  • KPR Syariah: Tidak ada asuransi
  • KPR Konvensional: Ada asuransi

Dalam KPR Syariah tidak memakai asuransi apapun karena kami mengambil pendapat bahwa asuransi adalah haram. Karena didalamnya ada riba, ghoror, maysir dan lain-lain.

SISTEM BI CHECKING ATAU BANKABLE

  • KPR Syariah: Tidak ada BI Checking/Bankable
  • KPR Konvensional: Ada BI Checking/Bankable

Dalam KPR Syariah, pertimbangan dalam BI checking dihapuskan semuanya. Konsep yang dianut dalam KPR syariah adalah, pembeli bersedia membeli dan memiliki kemampuan membayar, maka developer akan menerima dengan baik.

Demikianlah penjelasan tentang perbedaan KPR Syariah dengan KPR konvensional.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberikan kemudahan kita semua untuk membeli rumah dengan sistem syariah tanpa riba.

Sumber: Tim DPS

Untuk mengetahui info properti syariah, silahkan menghubungi kami di 0813-9504-9700

Atau

Baca juga: Daftar Properti Syariah madanipro.com

By madanipro

Madani Properti Syariah (WA 0813-9504-9700), penyedia info perumahan syariah: kepemilikan rumah dengan cash atau KPR syariah.

https://wa.me/6281395049700